
MAGELANG – Arus informasi digital yang tak terbendung menuntut organisasi dakwah untuk bergerak lebih lincah di ruang siber. Menanggapi tantangan tersebut, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Magelang melalui kolaborasi dengan Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) menyelenggarakan Pelatihan Media Sosial dan Jurnalistik Digital pada Sabtu, 20 Desember 2025.
Kegiatan strategis ini dipusatkan di kampus SMK Muhammadiyah 2 Muntilan (SMK Mudamu), sebuah sekolah yang dikenal dengan semangat inovasinya. Sejak pagi, suasana aula sekolah tampak semarak dengan kehadiran 63 peserta yang datang dari berbagai penjuru wilayah. Mereka merupakan representasi pilihan dari unsur Organisasi Otonom (Ortom), Lembaga, hingga perwakilan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) se-Kabupaten Magelang.
Tujuan utama dari pelatihan ini adalah untuk memberikan kemudahan dan standarisasi bagi para kader dalam memproduksi berita berkualitas untuk website resmi persyarikatan. Selain itu, peserta dibekali teknik mengolah konten media sosial agar lebih kreatif dan persuasif. Panitia menekankan bahwa di era modern, narasi dakwah harus dikemas dengan visual yang menarik dan distribusi informasi yang cepat.
Nasirudin dalam sambutan pembukaannya memberikan pesan mendalam mengenai pergeseran paradigma komunikasi saat ini. Beliau menekankan bahwa penguasaan teknologi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kewajiban bagi para penggerak persyarikatan.

“Dunia kita telah bertransformasi secara fundamental. Kita harus menyadari sepenuhnya bahwa dakwah hari ini bukan lagi hanya soal luring atau pertemuan fisik di masjid dan aula, tetapi sudah merambah luas ke ranah daring. Jika kita tidak hadir secara serius di dunia maya, maka ruang digital akan didominasi oleh narasi-narasi yang mungkin jauh dari nilai-nilai kebenaran,” tegas Nasirudin.
Beliau juga menambahkan bahwa kehadiran 63 peserta ini diharapkan menjadi motor penggerak untuk menghidupkan website-website di tingkat Cabang dan Ortom. Dengan begitu, setiap kegiatan Muhammadiyah di pelosok Magelang dapat terdokumentasi dengan baik dan menjadi inspirasi bagi masyarakat luas.
Selama pelatihan, para peserta mendapatkan materi intensif mulai dari teknik penulisan berita singkat, manajemen konten Instagram dan TikTok, hingga strategi mengoptimalkan website organisasi agar lebih ramah mesin pencari (SEO). Dipilihnya SMK Muhammadiyah 2 Muntilan sebagai lokasi kegiatan juga menjadi simbol semangat kemajuan teknologi yang ingin ditularkan kepada seluruh peserta.
Dengan berakhirnya pelatihan ini, MPI PDM Kabupaten Magelang berharap akan muncul gelombang baru “jihad digital” dari para kader. Harapannya, setiap aktivitas persyarikatan kini tidak hanya membekas secara luring, tetapi juga bergema kuat secara daring, menyebarkan virus kebaikan Islam Berkemajuan ke seluruh dunia melalui ujung jari.

