Menuju Amil Unggul dan Bersertifikat, Lazismu Kabupaten Magelang Ikuti Sekolah Amil Fundraising

Lazismu Magelang turut berpartisipasi dalam kegiatan Sekolah Amil Fundraising yang diselenggarakan oleh Lazismu Jawa Tengah pada Senin, (26/1/2026). Kegiatan ini berlangsung di Hotel Candi Indah, Semarang, dan dihadiri oleh jajaran pimpinan serta eksekutif Lazismu dari berbagai daerah di Jawa Tengah.

Acara Sekolah Amil Fundraising secara resmi dibuka oleh Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat, Ahmad Imam Mujadid Rais. Kegiatan ini menjadi forum strategis bagi para amil Lazismu untuk memperkuat kapasitas kelembagaan sekaligus meningkatkan kompetensi individu dalam pengelolaan dana filantropi Islam. Sekolah Amil Fundraising secara khusus dirancang untuk meningkatkan kemampuan para amil, baik di sektor ritel maupun digital. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari persiapan menuju sertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), sebagai standar kompetensi nasional bagi para amil dalam menghimpun dan mengelola dana umat.

Ketua Badan Pengurus Lazismu Jawa Tengah, Dwi Swasana Ramadhan, S.E., M.SEI., Ak., CertDA., menekankan pentingnya pelaksanaan sekolah amil ini. Menurutnya, peningkatan keterampilan dan sertifikasi amil merupakan kebutuhan mendesak di tengah perkembangan filantropi Islam yang semakin dinamis. “Sekolah Amil Fundraising ini diadakan untuk meningkatkan kemampuan dan sertifikasi para amil, khususnya untuk menunjang dua peak season utama kita, yaitu Ramadan dan Idul adha,” ujar Rama. Ia menambahkan bahwa profesionalisme amil menjadi kunci utama dalam membangun kepercayaan publik terhadap lembaga zakat.

Melalui keikutsertaan dalam kegiatan ini, Lazismu Magelang berharap para amil dapat memiliki standar kompetensi yang diakui secara nasional melalui sertifikasi BNSP, sehingga mampu menjalankan amanah penghimpunan dan pengelolaan dana umat secara lebih profesional, transparan, dan berkelanjutan.

LAZISMU KABUPATEN MAGELANG TERIMA DAN APRESIASI DONASI KEBENCANAAN DARI SMP NEGERI 1 NGLUWAR

KABUPATEN MAGELANG- Lazismu Kabupaten Magelang menerima donasi kemanusiaan dari SMP Negeri 1 Ngluwar sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana di wilayah Sumatra. Donasi tersebut berupa barang-barang kebutuhan pokok serta uang tunai sebesar Rp7.968.200. Serah terima donasi dilaksanakan pada Rabu, 10 Desember 2025 bertempat di Kantor Lazismu Kabupaten Magelang.

Lazismu Kabupaten Magelang menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada seluruh keluarga besar SMP Negeri 1 Ngluwar mulai dari peserta didik, dewan guru, tenaga kependidikan, hingga wali murid yang telah berpartisipasi aktif dalam aksi kemanusiaan ini. Kepedulian yang ditunjukkan merupakan wujud nyata nilai-nilai empati, solidaritas dan kepedulian sosial terhadap sesama, khususnya bagi saudara-saudara kita yang sedang menghadapi musibah bencana alam.

Penyerahan donasi tidak hanya dilakukan pada hari tersebut, namun dilanjutkan pada hari berikutnya dengan susulan barang kebutuhan pokok. Seluruh bantuan yang terkumpul selanjutnya akan dikelola dan disalurkan oleh Lazismu Kabupaten Magelang secara amanah, transparan, dan tepat sasaran kepada masyarakat terdampak bencana di Sumatra.

Bantuan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar para penyintas serta menjadi penyemangat dan penguat bagi mereka yang tengah berjuang untuk bangkit dan memulai kembali kehidupan pasca bencana. Lazismu Kabupaten Magelang terus berkomitmen untuk menjadi jembatan kebaikan antara para dermawan dan masyarakat yang membutuhkan, serta mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menumbuhkan kepedulian dan gotong royong dalam menghadapi berbagai tantangan kemanusiaan.

Semoga amal kebaikan yang telah diberikan mendapatkan balasan terbaik dari Allah SWT dan membawa keberkahan bagi seluruh pihak yang terlibat.

Zakat Penghasilan

Zakat merupakan salah satu pilar utama dalam agama Islam. Zakat adalah kewajiban bagi setiap Muslim yang telah mencapai syarat tertentu untuk memberikan sebagian dari kekayaannya kepada yang berhak menerimanya. Selain zakat fitrah, zakat penghasilan atau zakat maal merupakan bentuk zakat yang juga sangat penting.

Konsep Zakat Penghasilan

Zakat penghasilan dalam Islam merujuk pada zakat yang dikeluarkan dari pendapatan yang diperoleh seseorang selama satu tahun. Besaran zakat penghasilan yang harus dikeluarkan adalah 2,5% (dua setengah persen) dari total pendapatan bersih setelah dikurangi semua kewajiban, utang, dan kebutuhan dasar. Jadi, jika seseorang telah memenuhi syarat dan memiliki pendapatan yang mencukupi, dia wajib untuk mengeluarkan zakat penghasilan.

Pendapatan yang masuk dalam kategori zakat penghasilan meliputi gaji, penghasilan dari usaha, keuntungan investasi, dan sumber pendapatan lainnya. Dalam Islam, zakat penghasilan dianggap sebagai bentuk redistribusi kekayaan yang bertujuan untuk membantu mereka yang kurang beruntung dan meningkatkan kesejahteraan sosial.

Pentingnya Zakat Penghasilan dalam Islam

Zakat penghasilan memiliki peran penting dalam Islam dan masyarakat Muslim. Beberapa alasan pentingnya zakat penghasilan adalah sebagai berikut:

  1. Kewajiban Agama: Zakat penghasilan adalah salah satu kewajiban bagi setiap Muslim yang telah mencapai nisab (jumlah minimum harta untuk wajib zakat) dan haul (masa satu tahun harta tersebut dimiliki). Hal ini termasuk dalam rukun Islam dan menjadi tanggung jawab setiap Muslim untuk mengeluarkannya.
  2. Penghilang Kegelisahan: Zakat penghasilan berfungsi sebagai sarana untuk membersihkan hati dan menghilangkan kegelisahan dari harta yang diperoleh. Dengan mengeluarkan zakat, seseorang memperkuat rasa syukur dan kesadaran bahwa harta benda yang dimiliki sebenarnya milik Allah.
  3. Mengurangi Ketimpangan Sosial: Zakat penghasilan berperan dalam mengurangi kesenjangan sosial antara yang kaya dan yang miskin. Melalui distribusi kekayaan yang adil, umat Muslim diharapkan dapat hidup berdampingan dalam keseimbangan dan saling membantu satu sama lain.
  4. Meningkatkan Kesejahteraan Sosial: Zakat penghasilan digunakan untuk membantu mereka yang membutuhkan, seperti fakir miskin, yatim piatu, janda, dan orang-orang yang berada dalam kesulitan ekonomi. Dengan memberikan dukungan kepada mereka yang kurang beruntung, zakat penghasilan dapat meningkatkan kesejahteraan sosial dan mengurangi kemiskinan.
  5. Purifikasi Harta: Dalam pandangan Islam, harta benda yang diperoleh dengan cara yang sah harus disucikan dengan mengeluarkan zakat. Ini membantu membersihkan harta dari sifat kikir dan keserakahan serta meningkatkan nilai-nilai moral dan etika dalam masyarakat.

Manfaat Zakat Penghasilan Bagi Pemberi dan Penerima

Zakat penghasilan memiliki manfaat bagi pemberi dan penerima zakat:

  1. Pemberi Zakat: Pemberi zakat akan merasakan manfaat spiritual karena meningkatkan kesadaran akan tanggung jawab sosial dan kemanusiaan. Selain itu, zakat penghasilan juga dapat membantu pemberi untuk mengelola kekayaannya dengan lebih bijaksana dan tidak terlalu terikat pada harta duniawi.
  2. Penerima Zakat: Penerima zakat, seperti fakir miskin, yatim piatu, dan kaum dhuafa, akan mendapatkan manfaat langsung dari zakat penghasilan. Bantuan ini dapat membantu mereka memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, dan pendidikan. Zakat penghasilan juga membantu meningkatkan kesejahteraan sosial dan memberikan harapan bagi mereka yang sedang mengalami kesulitan ekonomi.

Dalam kesimpulannya, zakat penghasilan adalah salah satu aspek penting dalam agama Islam yang berfungsi sebagai sarana untuk membantu mereka yang membutuhkan, mengurangi kesenjangan sosial, dan membersihkan harta benda dari sifat-sifat negatif. Dengan mengeluarkan zakat penghasilan, setiap Muslim dapat berkontribusi pada kesejahteraan sosial dan memperkuat ikatan solidaritas antara sesama umat Muslim.